Tuesday, April 12, 2011

Magnum Halal atau Haram???

Bismillah

"ICE CREAM MAGNUM dari Wall's terindikasi mengandung minyak lemak babi, terdapat kode E471 atau E472 yang ternyata adalah kode untuk enzim lemak babi. 
Sumber: 
Majalah Ekonomi Syariah
Pengirim: 
Islamic Centre Media"

Setidaknya begitulah tulisan sms yang as-satrah baca malam lalu di inbox hp as-satrah yang dikirimkan oleh salah seorang akhwat. Kaget sih lumayan, soalnya es krim ini sudah mendarah daging bagi khalayak ramai apalagi dikalangan remaja dan anak-anak. Es krim ini menjadi barang mewah untuk sebuah es krim karena gencarnya promosi dari produsen dan distributor, bahkan harganya juga tak tanggung-tanggung lebih dari harga es krim yang biasa dikonsumsi sebelumnya.


Sempat lalu as-satrah selalu ingin mencoba namun susah sekali memperolehnya, setiap ingin membelinya kadang di suatu minimarket jika minimarket tersebut tidak menjual maka stok barang es krimnya sudah habis. Yah, waktu itu sering merasa kecewa namun saat ini Alhamdulillah as-satrah sangat bersyukur ketika mengingat kejadian dimana selalu terhalangnya ketika akan membelinya, karena sidik punya selidik ternyata es krim ini memilki kandungan pengemulsi yang berasal dari daging yang bagi umat Islam adalah hukumnya haram untuk kita konsumsi (baca:babi).

Allah subhanahu wata'ala telah menerangkan dalam ayat 168 Qur'an Surah Al-Baqarah:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُواْ مِمَّا فِي الأَرْضِ حَلاَلاً طَيِّباً وَلاَ تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

"Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; Karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu."

Lalu Magnum??
Pada bungkusan plastik magnum terdapat kode matematis E471/E472 dimana kode ini adalah kode untuk menandakan bahwa produk ini mengandung bahan emulsifier lemak babi. Daftar kode E-CODES adalah kodifikasi bahasa yang dibuat untuk mengganti nama ilmiah suatu bahan yang digunakan dalam suatu produk yang diawali dengan kode huruf E (untuk pengemulsi) lalu kodenya. 

Ini ada beberapa kode dan jika menemukan kode-kode berikut ini dalam kemasan produk yang akan kita beli, maka sebaiknya kita hindari karena produk dengan kode-kode tersebut mengandung lemak babi seperti :

E100, E110, E120, E140, E141, E153, E210, E213, E214, E216, E234, E252, E270, E280, E325, E326, E327, E334, E335, E336, E337, E422, E430, E431, E432, E433, E434, E435, E436, E440, E470, E471, E472, E473, E474, E475, E476, E477, E478, E481, E482, E483, E491, E492, E493, E494, E495, E542, E570, E572, E631, E635, E904

Jelaslah bahwa kita diperintahkan untuk makan makanan yang halal di seluruh permukaan bumi ini sesuai dengan perintah Allah pada Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 168 tadi,, lalu bagaimanakah dengan magnum yang telah mendapatkan sertifikasi halal dari badan MUI yang merupakan badan yang berwenang memberikan fatwa dalam hal ini menentukan halal-haramnya makanan melalui kerjasama BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan).

Karena hal ini merupakan masalah yang masih syubhat (belum jelas halal-haramnya) maka sebaiknya kita menghindarinya saja dengan tidak mengkonsumsinya, dengan kata lainnya sih "cari aman" saja. Lagipula masih banyak makanan didunia ini yang jelas kehalalannya. tidak harus magnum kan???

Ingat hadits rasulullah berikut ini:
An-Nu'man bin Basyir berkata, "Saya mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi Wasallam bersabda, 'Yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya terdapat hal-hal musyabbihat (syubhat / samar, tidak jelas halal-haramnya), yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Barangsiapa yang menjaga hal-hal musyabbihat, maka ia telah membersihkan kehormatan dan agamanya. Dan, barangsiapa yang terjerumus dalam syubhat, maka ia seperti penggembala di sekitar tanah larangan, hampir-hampir ia terjerumus ke dalamnya. Ketahuilah bahwa setiap raja mempunyai tanah larangan, dan ketahuilah sesungguhnya tanah larangan Allah adalah hal-hal yang diharamkan-Nya. Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ada sekerat daging. Apabila daging itu baik, maka seluruh tubuh itu baik; dan apabila sekerat daging itu rusak, maka seluruh tubuh itu pun rusak. Ketahuilah, dia itu adalah hati.'" (HR. Bukhori)

Maka dengan menghindari yang syubhat maka kita sama saja menjaga agama dan kehormatan kita karena otomatis kita terhindar setidaknya dari perkara yang haram. So, masih ingin konsumsi magnum???
 

15 comments:

  1. Brarti Nokia E70 mengandung babi dong he he just kidding

    Ana kemaren waktu booming2-nya penasaran banget mba pengen ngerasain tapi slalu stoknya abis.Lalu waktu stoknya ada duit saya yang habis hingga akhirnya sampe sekarang ga pernah nyicipin

    tapi beritanya bener ato ga mba biasanya itu cuma trik lawan bisnisnya mba agar suatu produk jatuh

    ReplyDelete
  2. Bismillah..
    tema yang menarik nih...
    kayaknya isu haram selalu aja jadi makanan empuk buat bikin panik umat Muslim..
    Yang ane heran, udah tau itu mengandung babi, kenapa MUI menyertakan sertifikasi halal dikemasannya...

    pendapat ane ya?
    kalau udah konsumsi magnum, ya udah.. karena kita gak tau itu mengandung zat babi*itupun kalau mengandung zat babi ya... ya biar sajalah.. namanya juga gak tau.. kalau gak tau kan gak kena dosa.

    Nah, kalau udah tau, berhenti aja..
    jujur ane gak niat beli nih eskrim, harganya mahal amat sih,, trus untuk kehalalan suatu makanan...

    Btw, magnum itu emang haram dikonsumsi... haram kalau hasil dari nyolong, hehehe... *ane gak tau juga sih status hukum magnum.

    ReplyDelete
  3. @Agung:tapi beritanya bener ato ga mba biasanya itu cuma trik lawan bisnisnya mba agar suatu produk jatuh

    paling gak lama muncul eskrim Islami buat nyaingin magnum ya... kayak dulu itu loh.. odol mengandung flouride yg notabene dari janin bayi*kalau gak salah..

    ah.. kenapa sih, Umat Islam selalu parno sama produk orang kafir?

    FYI: Yang bikin magnum itu perusahaan Unilever,, salah satu penyumbang kegiatan agenda Yahudi loh..

    Wallahu a'lam.

    ReplyDelete
  4. Bismillah,,
    Astagfiullah al'adzim,,ana dah pernah makan tuh,,waduh gwat ini,,YA YA YA YAS'SALAM,,, terlanjur makan,,ya sudah mandi sekali.

    ReplyDelete
  5. @All,,

    Ada penjelasan baru neh,penampik dari haramnya es krim itu,, KASKUSER : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7596280,,ada juga di blog - blog dan website - website yang menyediakan infrmasi itu.

    ReplyDelete
  6. wah saya baru makan magnum nich...tanggung udah masuk perut...

    ReplyDelete
  7. isu sih boleh sja isu, tapi kok bisa ya merek terkenal gitu lolos dari pengawasan MUI dan BPOM???
    waspada aja lah... hindari yang meragukan...

    ReplyDelete
  8. Emang magnum ndak ada label halalnya.. Tapi kode-kode itu ndak tau juga.. Ndak jelas beritanya..

    ReplyDelete

  9. Bismillah,,

    kalo emang mnurut aboutilm gak jelas beritanya sebaiknya ditinggalin aja,, karena ini masalah syubhat (gak jelas halal-haramnya) jadi cari aman aja kan bisa,,

    ReplyDelete
  10. Assalamualaikum,
    saya salah satu follower twitter nya magnum..

    bbrp waktu yg lalu saya baca2 dr tweet mereka, katanya magnum haram ini hanya isu, dan magnum sdh mendapatkan sertifikat halal..

    sampai saat ini saya masih bingung, karena kalo di baca dari halaman ini ;
    http://www.halalmui.org/index.php?option=com_content&view=article&id=674:kandungan-kode-e-dalam-es-krim&catid=117:konsultasi-halal&Itemid=551&lang=en

    magnum itu halal...

    tapi saya pribadi, sudah memutuskan tidak akan pernah beli magnum lagi.. karena dari halaman yang saya sebut di atas pun TIDAK dijelaskan juga sebenarnya Pengemulsi berkode E472 itu dari babi atau sapi...

    ReplyDelete
  11. Bismillah,,

    @ardi: na'am,, keputusan yang bijak,, dengan tidak mengkonsumsi magnum, bukan berarti kita termakan issue atau apapun namanya,, tapi setidaknya mengikuti sunnah Rasul dalam menghindari yang namanya subhat (ketidakjelasan),,

    wallahu a'lam bishshowab

    ReplyDelete
  12. itu bukan masalah soalnya MUI sudah bekerja keras baca ni kawan http://m.facebook.com/pages/Must-Be-HALAL/108099771547?v=wall&story_fbid=212301262116957&refid=0&m_sess=1y3T6q-N1u97wLE&_rdr

    yang harus dilakukan
    1. coba cari aja produsen muslim
    2. pasti halal 100%
    3. membantu perekonomian muslim

    woke...

    ReplyDelete
  13. Bismillah,,

    @Syaiful: Iyah, keputusan yang paling bijaksana,, cari produsen muslim ajaa,,

    ReplyDelete
  14. MUI berani memberi label halal, tentu tidak main-main> Harap diperhatikan antara E-codes (utk babi) dan E-ingridients (untguk kandungan). Selalu terjadi persaingan yang tidak sehat. Saya belum pernah beli magnum, tetapi saya tidak mengharamkan magnum. Issu sengaja diperbesar karena masuk wilayah persaingan usaha.
    Wallahu a'lamu

    ReplyDelete

Tinggalkan Komentar dan Pesanmu disini...!!!
Siapapun boleh berkomentar asalkan beradab yach!!!
Komentarnya sebagai pengguna account google, jika tidak punya account google gunakan saja profile name/url,,
Syukron..

Daftar Blog Akhwaat